The Powerful of حسبي الله

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali Imron : 173)

Dalam hidup ini banyak sekali kenyataan yang seringkali tidak sesuai dengan harapan kita. Keadaan mendesak. Musibah yang datang secara tiba-tiba tanpa kita duga. Sakit yang menahun. Hutang yang menumpuk. Kehilangan anggota keluarga, dan lain sebagainya. Pada kondisi seperti inilah seringkali kita sebagai manusia yang memang kodratnya adalah hamba yang lemah merasa tidak memiliki kekuatan. Merasakan beban yang begitu menumpuk menggelayut di pundak kita. Sehingga sangat rentan sekali untuk berputus asa, menyerah pada keadaan, menyalahkan takdir, bahkan lebih-lebih menyalahkan Allah. Na’udzubillahi min dzalik.

Ada sebuah contoh menarik yang Allah tunjukkan lewat utusan-Nya Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Seperti yang dikisahkan oleh Ibnu ‘Abbas : Kala itu ditengah kerumunan penduduk yang hendak menyaksikan penghakiman penguasa dzalim atas Nabi Ibrahim, seorang Ibrahim muda terpaku ditengah tumpukan kayu yang akan menjadi bahan bakar untuk membakar tubuhnya. Lantas beliau tidak berusaha untuk bernego dengan kezaliman Namrud sang penguasa, namun dengan tenang beliau ucapkan berulang-ulang sebuah kata singkat namun mampu melipat-gandakan keimanannya “HasbiyALlahu… HasbiyALlahu…(Cukuplah Allah bagiku)” Terus begitu kalimat itu tidak henti ia ucapkan, hingga Allah melihat bahwa hamba-Nya yang bernama Ibrahim ini merupakan golongan shiddiiqun, golongan orang yang dapat Allah percaya. Karena cukup Allah sebaik-baik pelindung dirinya. Karena tawakkalnya kepada Allah sempurna. Paripurna. Maka Allah berikan pertolongan yang tidak masuk akal manusia. Allah berfirman kepada api yang kala itu membakar tubuh Ibrahim :

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ  “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. (QS. Al Anbiyaa’ : 69)

Dan seketika api itu menjadi dingin. Karena ucapan حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung” Dan dengan kalimat itu pulalah Allah Swt. mendatangkan kemenangan yang agung kepada Nabi Muhammad Saw. dan pengikutnya pada perang al-Badr.

Sudahkah Allah cukup bagi kita? Sudahkah Allah melihat kita sebagai hamba Shiddiiqun di hadapan-Nya. Yang lantas Ia tolong dengan jalan keluar yang luar biasa.

Mari sahabat, mari kita memantaskan diri di hadapan-Nya. Agar kelak Allah Swt. melihat kita sebagai hamba yang terpercaya dan kelak Allah akan memberikan pertolongan yang tidak pernah kita duga.. WaLlahu a’lam bish shawab. (Dikemas ulang dari berbagai sumber. Hasna/PPTQSahabatQu)

Leave a Reply