Santriku, Guruku

[Ahad Sore, 23 Februari 2020]

Al Qur’an adalah hiburan buat saya, kalau saya sedih saya baca surat Maryam, Yusuf, saya baca pesan-pesan Allah dalam Al Qur’an. Itulah yang membuat saya bahagia
[Jazela, Santri SMA SahabatQu ]

Sore ini, Agenda santri SMP tidak seperti biasanya, biasanya santri halaqah Jami’ dan muraja’ah. Namun, hari ini khusus santri kelas 7, mendapatkan motivasi khusus dari ketiga kakak-kakak SMA, yaitu Jazela, Fitriah dan Tiara. Mereka memberikan beberapa tips tentang
Bagaimana caranya menjaga keistiqomahan bersama Al-qur’an, bagaimana bisa membuat semangat untuk hidup bersama Al-qur’an, Bagaimana caranya jika rasa jenuh dan malas menghampiri, bagaimana tips menjaga keistiqomahan, Bagaimana cara mengatasi jika ada masalah sama teman, dan mengapa masih tetap bertahan di pesantren

MasyaAllah, jawaban yang membuat saya merasa tertegun.

Ketiga anak tersebut mengatakan dulunya terpaksa masuk pesantren, kaget dengan aturan, sering nangis dikamar mandi karena tidak tahan dipanggil akibat melanggar aturan, MasyaAllah sekarang Al-qur’an benar-benar menjadi satu hal yg berbeda dalam hidup mereka.

Jazela mengatakan:
“saya memahami mengapa saya dipilih Allah jadi bagian penghafal Al-qur’an, Al-qur’an adalah hiburan buat saya kalau saya sedih, saya suka baca cerita Maryam, Yusuf, saya baca pesan-pesan Allah dalam Al-qur’an. Itulah yg buat saya bahagia.

Dan saya selalu ingat pesan umi.
Umi pernah bilang:

Nak jika kamu susah dalam menghafal sebenarnya itu cara Allah menempa kamu menjadi lebih baik, Allah sedang mempersiapkan kamu untuk berdakwah menyampaikan kebaikan kepada orang lain, apalagi islam sekarang sedang dalam keadaan difitnah

Saya merasa Allah sedang mempersiapkan saya. begitu katanya

Jazela juga cerita, ketika merasa sangat kesusahan dalam menghafal Al-Qur’an, maka hal pertama yg saya lakukan adalah mendekat sama Allah, ibadah-ibadah sunah saya kerjakan, rawatib, tahajud, dhuha. InshaAllah kalau Allah sudah senang dengan kita, Al-qur’an semakin mudah … [MasyaAllah ]

Tiara melanjutkan penjelasannya.
“Awal-awal disini, saya sering merasakan kesusahan, sering iri sama Fitria yg bisa setoran satu halaman sementara saya gak bisa, namun saya selalu ingat orang tua saya, ketika dijenguk atau ketika pulang, selalu ditanya Al-qur’annya sudah sampai mana? Itulah yg membuat saya tetap semangat, sambil terus minta doa sama Allah supaya tetap dikasih semangat. Pokoknya Apa apa saya nangisnya sama Allah, kalau ada masalah sama teman saya minta maaf, tapi ini tidak boleh jadi fokus saya, saya harus fokus pada tujuan saya”.

Tiara juga mengatakan, Kita itu harus punya target, semisal hari ini bisa setengah halaman. Itu harus konsisten dan istiqomah. Nanti di bulan berikut coba ditambah lagi targetnya jadi satu halaman, dan istiqomah. Kemudian usahakan lagi satu setengah halaman, sampai dua halaman. InshaAllah Allah akan menolong kita.
Begitu, kata Tiara cerita tentang pengalamannya bersama Al-Qur’an

Kemudian, Fitria melanjutkan. Ia mengatakan
“apa yg bisa kita berikan pada orang tua kita sampai sekarang? Ada gak? Apalagi kalau bukan Al Qur’an, ini adalah persembahan terbaik kita untuk orang tua kita, Hidup pasti banyak masalah, tapi kita harus terus berusaha menjalani nya dengan baik, jika ada masalah mintalah sama Allah yg punya segala solusi”.

Fitria juga menyampaikan dalam menghafal tentu ada godaannya, kadang malas, kadang jenuh, kadang sebel karena gak lancar lancar, ujian gak lulus lulus. Tapi ini tentu harus kita hadapi dengan baik, terus minta sama Allah.

Begitulah, ketiga Santri ini menyampaikan beberapa tipsnya ketika bersama Al-Qur’an dan perjalanannya bersama Al-Qur’an.

MasyaAllah …..
saya yang sedang membersamai mereka dan menjadi moderator ketiga, sampai menahan tetes air mata, betapa mereka membuat saya tertegun. mereka begitu merasakan nikmatnya bersama Al-qur’an …….

Mereka semua, murid murid, santri santri punya tujuan yang besar, punya semangat yang besar, punya kebanggaan yang besar dengan Al-qur’an. Saya merasa malu karena belum bisa seperti mereka, dan ucapan syukur karena banyak hal yang saya dapatkan sore tadi ketika membersamai mereka.

— Sofia Mahardika—-

Hall Pesantren SahabatQu, 23 Februari 2020