Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an SAHABATQU

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an SahabatQu (PPTQS) yang selanjutnya disebut SahabatQu merupakan lembaga pendidikan pesantren di D.I. Yogyakarta. Awal mula berdirinya adalah pada bulan November 2009. Saat itu, SahabatQu hanyalah berupa rumah biasa yang terletak di Jl. Deresan 3 Perumahan UNY Deresan Santren Depok Sleman tepatnya di sebelah utara Masjid Nurul Ashri. Rumah tersebut “disulap” menjadi asrama yang difungsikan untuk mengaji santri dan tempat tinggal santri yang disebut dengan Rumah Tahfidz. Karena berada di kampung Deresan maka dikenal dengan nama Rumah Tahfidz Deresan.

Selanjutnya pada bulan Januari 2010, Rumah Tahfidz Deresan diresmikan oleh Ust. Yusuf Mansur selaku pendiri PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an) Daarul Qur’an. Dalam usianya yang seumur jagung, Rumah Tahfidz Deresan masih dibawah binaan PPPA Darul Qur’an.

Pada bulan Februari 2010, Rumah Tahfidz Deresan melebarkan sayapnya di jl. Deresan 2 No. 4 yang difungsikan untuk asrama putri. Pada saat itu jumlah seluruh santri sekitar 40 yang merupakan siswa SD dan SMP. Mereka bersekolah di SD dan SMP di Deresan dan sekitarnya dikarenakan Rumah Tahfidz Deresan belum memiliki sekolah sendiri. Begitu juga dalam menjalankan ibadah sholat berjamaah, Rumah Tahfidz Deresan masih berbaur dengan masyarakat sekitar di Masjid Nurul Ashri.

Seiring berjalan waktu, Rumah Tahfidz Deresan membuka cabang di dusun Balirejo Muja Muju Umbulharjo Yogyakarta. Cabang baru tersebut difungsikan untuk santri tingkat SD dan SMP yang bersekolah di daerah yang dekat dengan lokasi Rumah Tahfidz. Rumah Tahfidz tersebut dinamakan Rumah Tahfidz Waroeng Group.

Pada bulan Juni 2010, diresmikan kembali cabang dari Rumah Tahfidz Deresan yang terletak di Pogung Lor Sindua di Sleman. Rumah Tahfidz tersebut diberi nama Rumah Tahfidz Aduhai Qur’an. Santri yang belajar di sana adalah santri tingkat SMP dan SMA yang bersekolah di dekat kampung Pogung Lor.

Belum puas dengan perluasan tersebut, maka dibuka lagi Rumah Tahfidz di tempat yang berbeda. Namun, Rumah Tahfidz ini berbeda dengan sebelumnya. Rumah Tahfidz ini dikhususkan untuk santri yang diproyeksikan menjadi atlet badminton sehingga namanya adalah Badminton Tahfidz Club.

Tahun 2011 seluruh cabang Rumah Tahfidz Deresan dibuat satu nama keluarga besar, yaitu Rumah Tahfidz DAQU (Deres Al Qur’an). Ibarat anak yang semakin tumbuh dewasa, Rumah Tahfidz DAQU semakin berkembang dan mandiri sehingga dari segi pengelolaan akhirnya lepas dari binaan PPPA Darul Qur’an. Dari tahun ketahun jumlah santri semakin bertambah dan semakin diminati masyarakat. Peminat pendidikan Rumah Tahfidz tersebut tidak hanya di kalangan anak-anak usia SD hingga SMA saja, akan tetapi juga diminati oleh kalangan dewasa.

Peminat yang semakin banyak, akhirnya pada tahun 2012 didirikanlah Rumah Tahfidz untuk kalangan dewasa. Mayoritas santrinya adalah mahasiswa-mahasiswi yang sedang kuliah di Yogyakarta. Hal ini dikarenakan Rumah Tahfidz DAQU berada di lokasi strategis yang berjarak dekat dengan kampus-kampus di wilayah Yogyakarta.

Rumah Tahfidz DAQU juga menyelenggarakan event-event insidental untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekitar. Supaya masyrakat juga merasa lebih dekat, maka diubahlah namanya menjadi Rumah TahfidzQu. Event-event insidental tersebut meliputi kegiatan Ramadhan dan program mengaji untuk anak-anak sekitar. Pada awalnya program-program tersebut belum diorganisasikan dengan rapi, akan tetapi ternyata memiliki dampak yang luar biasa. Peminatnya tidak hanya warga Deresan saja tetapi juga anak-anak luar negeri seperti Jepang dan Qatar.

Tahun 2013 Rumah TahfidzQu kembali membuka program dewasa. Pada tahun itu program dewasa dibagi menjadi dua, yaitu regular dan akademi. Regular adalah untuk program biasa pada umumnya sedangkan akademi adalah program pengkaderan calon pendidik. Pada tahun ini, dibuka juga program untuk masyarakat sekitar dengan sistem pengorganisasian yang rapi. Program ini dinamakan program non mukim, yaitu program mengaji Al Qur’an dengan tidak menginap di asrama. Karena diperuntukkan untuk semua jenjang usia, maka diberi nama program Learning Qur’an for All (LQA).

Rumah TahfidzQu, sekarang sudah lima tahun usianya. Pada tahun 2014 tepatnya bulan Oktober, dibentuklah yayasan yang menaungi Rumah TahfidzQu untuk lebih mengokokohkan eksistensinya. Pada saat itu Rumah TahfidzQu resmi berada di bawah yayasan Rumah Tahfidz Indonesia. Pada tahun ini juga Rumah Tahfidz Indonesia membawahi unit pendidikan yang baru didirikan, yaitu KB/TK AnakQu.

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang berhembus. Rumah TahfidzQu yang memiliki santri sekitar 250-an dinilai perlu memiliki sekolah sendiri untuk santri-santri mukim. Hal ini dikarenakan jarak Rumah Tahfidz dengan sekolah di mana santri menuntut ilmu, semakin beraneka ragam. Ada santri yang bersekolah di sekolah yang berjarak tempuh dekat, ada juga yang bersekolah di jarak tempuh cukup jauh. Dengan kondisi tersebut, tidak sedikit santri yang kelelahan setelah pulang sekolah. Akhirnya pada tahun 2015, yayasan Rumah Tahfidz Indonesia mendirikan sekolah formal yang dinamakan SMP TahfidzQu.

Perbaikan pengelolaan dalam suatu lembaga merupakan suatu keharusan. Dengan segala pertimbangan, yang pada awalnya berupa rumah-rumah kecil hingga akhirnya memiliki banyak cabang dan pembangunan fisik maupun non fisik maka Rumah TahfidzQu berganti status menjadi pondok pesantren. Untuk tetap dekat dengan masyarakat, maka diberi nama Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an SAHABATQU.

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an SAHABATQU ingin mencetak hafidz -hafidzah dan mencetak kader yang berakhlaq Qur’ani. Dengan animo masyarakat yang semakin tinggi, jumlah santri yang tiap tahunnya bertambah banyak hingga kini mencapai lebih dari 300 santri maka Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an SAHABATQU akan terus menambah sarana dan prasarana sebagai penunjang pendidikan para santri baik yang mukim atau non mukim.