Hijrah

Kau tahu? Hijrah bukanlah perkara yang mudah. Hijrah adalah perihal kita harus berpindah dari keadaan dimana awalnya kita merasa nyaman pada titik itu, tapi karena tujuan yang lebih mulia, kita harus berpindah. Seringkali hijrah bersanding dengan segala kepayahan, bahwa kita dihadapkan pada keadaan dimana kita benar benar harus meninggalkan apa yang kita cinta. Keluarga, lingkungan, sahabat, kebiasaan, suasana atau apapun itu.

Tapi ternyata ada hijrah yang jauh lebih berat. Meng-hijrah kan diri menuju tangga yang lebih atas, menjadi hamba yang lebih baik. Kadang kita harus terpeleset ketika menapaki anak tangga itu, sehingga harus jatuh terguling dan kembali ke dasar. Harus memulai langkah kembali dengan kaki tertatih menuju anak tangga semula, bahkan harus lebih tinggi. Karena kita butuh anak tangga yang tinggi itu, anak tangga yang dijanjikan akan berhujung pada Arasy.

Apakah Arasy itu jauh? Kita tidak pernah tahu sejauh mana kita harus menapak. Allah tidak pernah menyuruh kita untuk menghitung anak tangga yang harus kita lewati. Allah hanya menyuruh kita untuk terus naik dan naik. Betapapun sukarnya itu. Betapapun sakitnya itu. Betapapun menyiksanya itu. Tapi hijrah adalah ikhtiar kita, untuk menjemput ridha dan cinta-Nya. Semoga Allah kuatkan kaki-kaki yang mulai lemah untuk melangkah. Allah teguh-kan hati yang mulai goyah. Allah ringan-kan segala payah.

Hasbunallah wa ni’ma al wakiil. Ni’ma al maula wa ni’ma an nashiir. (Hasna/PPTQSahabatQu)

Leave a Reply