Satu Dekade SahabatQu Mengabdi

Tanggal 29 Februari 2020 lalu merupakan hari yang spesial untuk Bapak Jody Brotosuseno dan Ibu Siti Hariani. Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) SahabatQu ini sampai menangis terharu karena diberi surprise oleh seluruh keluarga besar SahabatQu.

Ya hari Sabtu itu merupakan hari yang menandakan bahwa usia PPTQ SahabatQu sudah melewati 10 tahun. Sepuluh tahun SahabatQu mengabdi untuk Indonesia dengan focus kepada pendidikan, khususnya Al Qur’an.

Beberapa tokoh hadir sebagai tanda ikut berbahagia dan mendoakan pesantren yang berdiri tahun 2009 ini. Tampak hadir Prof. Dr. Slamet PH, MA.,M.Ed.,MLHR, KH. Yusuf Mansur serta tokoh- tokoh masyarakat lainnya

Acara diawali dengan drama ciamik yang dibawakan oleh santri putra kelas VIII Program Mukim Pakem. Drama yang mengisahkan tentang kehidupan sehari hari santri di pondok itu diakhiri dengan closing statement yang yang mendapatkan applause dari para hadirin : “ Ayah Bunda jangan khawatir, kami baik baik saja”.

Dilanjutkan dengan pemutaran video. Berisi dokumentasi, serta kesan dan pesan tokoh seperti Ust. Hartanto Saryono, Lc, Bapak Muharram dan juga warga sekitar Deresan. Kemudian  sepatah kata dari Ayah Jody- begitu beliau dipanggil- dan didampingi oleh bu Aniek yang mengisahkan tentang sejarah PPTQ SahabatQu dari awal.

Baca juga : https://pesantrensahabatqu.com/profil-mahad/sejarah-berdirinya-pondok-pesantren-tahfizhul-quran-sahabatqu/

Ketika selesai, MC menahan beliau berdua untuk tetap di panggung. Karena disana lah ternyata puncak acara nya. Puncak dimana ketika seluruh santri kompak berdiri, menyanyikan lagu “Aku Hafidz Qur’an”. Dari arah hadirin kemudian datang 2 santri putri dan putra yang membawa mahkota, yang kemudian disematkan kepada Ayah Jody dan Bu Aniek. Disini semua yang hadir tidak dapat menahan tangis haru

Dan tidak berhenti disana saja, Ayah Jody dan bu Aniek mendapatkan souvenir istimewa berupa potongan potongan dokumentasi perjalanan SahabatQu yang dibingkai dalam figura besar

Pak Jody dan Bu Aniek bersama Ust Danin Billah (Direktur) dan Ust Zain (Ketua Panitia)

Acara ditutup dengan Tausyiah dari KH. Yusuf Mansur. Dengan gaya khas nya yang santai beliau bisa mencairkan suasana yang sebelumnya mengharu biru. Ustadz kondang yang berjasa besar dalam mendukung perjalanan SahabatQu dari awal ini bahkan meminta adegan ulang. Adegan dimana santri berdiri dan menyanyikan lagu. Beliau juga meminta maju Fauzan, santri yang membacakan closing statement ketika drama awal, karena dianggap statement nya menarik dan mewakili kondisi santri sekarang. Tak lupa ust YM memimpin do’a kebaikan untuk semua pihak yang terlibat dalam membesarkan PPTQ SahabatQu. Juga do’a agar keberkahan selalu mengiringi PPTQ SahabatQu dalam mengabdi untuk negri.

Fauzan dipanggil ust YM ke panggung

Leave a Reply